Perjalanan Jazz Atas Awan Dieng hingga 2018, Romantisme dan Kejutan Artis

Jazz atas awan merupakan penamaan dari pagelaran musik jazz dan etnik yang merupakan bagian dari agenda tahunan Festival Budaya Dieng atau Dieng Culture Festival (DCF). Jazz atas awan pertama kali digelar pada 2013. Sementara DCF sudah digelar sejak 2009 sebagai upaya mengenalkan budaya Dieng kepada wisatawan lokal hingga mancanegara. Saat kali pertama jazz atas awan digelar, daftar penampil didominasi oleh musisi lokal yang berasal dari sekitaran dataran tinggi Dieng.

Gugun Blues Shelter pada Jazz Atas Awan 2018
Gugun Blues Shelter pada Jazz Atas Awan 2018

Sesuai tujuan utamanya yaitu untuk mengangkat karya-karya musisi lokal dan menyajikan suguhan musik jazz bagi semua kalangan masyarakat. Awalnya pagelaran jazz atas awan hanya dipentaskan dalam satu hari, namun karena penampil yang mendaftar kian banyak, sejak pagelaran kali kedua, jazz atas awan disuguhkan dalam 2 hari.

Selalu ada kejutan artis penampil

Setiap pagelaran jazz atas awan, panitia penyelenggara selalu menyimpan satu atau dua penampil sebagai kejutan. Nama artis atau band penampil tidak dipublikasikan sebelum atau bahkan saat acara mulai berlangsung. Penampil akan masuk panggung ketika pembawa acara memanggil untuk tampil. Artis kejutan atau misterius tersebut diantaranya, Anji Manji, Raisa, Sujiwo Tejo, Letto, The Rain. Alasan penyelenggara merahasiakan nama penampil artis ibu kota bertujuan supaya pengunjung yang hadir bukan dikarenakan artis penampilnya, tapi karena ingin menikmati musik dengan suasana unik di daerah dataran tinggi Dieng.

Ngejazz pada suhu 4-7 derajat

Nampak embun yang membeku pada pelataran panggung Jazz Atas Awan 2018
Nampak embun yang membeku pada pelataran panggung Jazz Atas Awan 2018

Suhu dataran tinggi Dieng mencapai puncak pada bulan Juli dan Agustus. Pada bulan-bulan tersebut juga diselenggarakan agenda tahunan DCF yang di dalamnya ada pagelaran jazz atas awan. Menikmati musik pada suasana suhu 4-7 derajat celcius bahkan bisa mencapai minus nol derajat, menjadi daya tarik yang ditawarkan jazz atas awan. Maka tak jarang juga pengunjung menyebut pagelaran ini dengan jazz kemulan sarung. Pengunjung dapat menikmati musik bersanding ‘anglo’ berisi bara api dan jagung bakar untuk menghangatkan badan. Pastikan anda mengenakan jaket tebal, sarung tangan, sepatu dan penutup kepala supaya tidak kedinginan saat menikmati musik jazz. Penyelenggara hanya menyediakan satu panggung di komplek pelataran Candi Arjuna untuk setiap pagelaran jazz atas awan.

Pesta lampion yang romantis dan berkesan

Pesta Lampion, Dieng Culture Festival
Pesta Lampion, Dieng Culture Festival

Penerbangan lampion secara bersama-sama di tengah jazz atas awan menambah suasana romantis dan berkesan bagi pengunjung. Sesi penerbangan lampion biasanya diletakkan di penghujung pagelaran jazz mendekati tengah malam. Perkakas lampion merupakan paket yang diberikan kepada pengunjung yang memesan tiket DCF. Bagi pengunjung yang tidak memiliki tiket tetap dapat menikmati pagelaran musik jazz dari luar pagar.

Penampil jazz atas awan dari tahun ke tahun

#1 Penampil jazz atas awan  2013

Digelar pada 30 Juni 2013. Penampilnya di antaranya: AbsurdNation, Pandawa, Gelas Kaca, Telesklebus, Dawai, R and The Groove, Sekawan, Harmony, JFU, dan Nalaswara.

#2 Penampil jazz atas awan 2014

Digelar pada 30 Agustus 2014. Penampilnya di antaranya: AbsurdNation Sekawan & Friends, Dawai & The Ethnicity, Gubuk Poci Jazz, Japra, Lune Acoustic, Jess Kidding, R & The Groove, Mosya, Summer House Project, Sounday, Pandawa, dan 4U feat JAM

#3 Penampil jazz atas awan 2015

Digelar pada 31 Juli – 1 Agustus 2015. Penampilnya di antaranya: AbsurdNation, Geodipa Energi, HajarBleh, The Lounge, Jammers Instrumental, dan Sujiwo Tejo.

#4 Penampil jazz atas awan 2016

Digelar pada 5-6 Agustus 2016. Penampilnya di antaranya: Tesla Manaf, Jessica Lakollo, Bulan Jingga, Five Percent, Glance, MLD Jazz Project, GNFI featuring Dawai, Jess Kidding, Secret Project, AbsurdNation, Kailasa, Srintil,  dan Anji Manji.

#5 Penampil jazz atas awan 2017

Digelar pada 4-5 Agustus 2017. Penampinya di antaranya: Dino Alshan, Anji Manji, Youniverse, Interstellar Space, Bless Project, Katon Bagaskara, Kailasa,  dan Raisa.

#6 Penampil jazz atas awan 2018

Digelar pada 3-4 Agustus 2018. Penampilnya di antaranya: Wedding Jahe, Best Friend Project, Garhana, Everyday, 5 Petani, Gugun Blues Shelter & Long in The Depth, Musicater, Kailasa, Hiroaki Kato, Letto, The Rain, Second Hope,  dan Bank Jateng.

Pagelaran musik jazz kini semakin bisa diakses masyarakat luas, seperti misi penyelenggara menjadikan musik bisa diakses kaum proletar. Jazz atas awan digelar setiap tahun, siapkan waktu anda untuk bisa menikmati musik di tengah dinginnya dataran tinggi Dieng beserta sisi kearifan budayanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *